Selasa, 11 April 2017

Konfigurasi Accest Point Outdor dan Pemasangan Antena Helix

Konfigurasi Accest Point Outdor dan Pemasangan Antena Helix

Nama: juanda raharja kusumah
Kelas: xii TKJ2
mapel: antena tower

Daftar Isi
I.   Dasar Teori
II.  Alat dan Bahan
III. Keselamatan Kerja
IV.  Gambar dan Langkah Kerja
V.   Kesimpulan
VI. Referensi


I.Dasar Teori
Antena Helix atau Helical adalah suatu antena yang terdiri dari ‘conducting wire’ yang dililitkan pada media penyangga berbentuk helix. Antena helix, ditemukan oleh John Kraus (W8JK), dapat dianggap sebagai akhir kesederhanaan genius sejauh desain antena yang bersangkutan. Khusus untuk frekuensi di kisaran 2-5 GHz desain ini sangat mudah, dan praktis.
Kontribusi ini menjelaskan cara untuk menghasilkan heliks antena untuk frekuensi sekitar 2,4 GHz yang dapat digunakan untuk misalnya packet radio kecepatan tinggi (S5-PSK, 1,288 Mbit / s), 2,4 GHz wavelans, dan, satelit amatir (AO40). Perkembangan dalam hasil WaveLan peralatan kemungkinan mudah untuk akses internet kecepatan tinggi nirkabel menggunakan 802.11b (alias WiFi) standar.
Antena helix dapat digambarkan sebagai sebuah pegas dengan reflector. Keliling (Circumference, C) dari satu lilitan kira-kira bernilai satu kali panjang gelombang (l), jarak antar lilitan (d) kira-kira bernilai 0,25C. Sementara ukuran reflektor (R) adalah sama dengan C atau l. Frekuensi yang digunakan ialah 2,4GHz. Untuk mentransfer maksimum energi, kedua ujung link harus menggunakan polarisasi yang sama, kecuali jika Anda menggunakan reflektor (pasif) di jalan radio.
II. Alat dan Bahan
Antena helix yang sudah ready untuk di pasang
Perangkat Access Point
PC untuk pengecekan
Aplikasi wifi analyzer untuk android

III. Keselamatan Kerja
·         Berdo'a sebelum praktik
·         Memakai pakaian praktik
·         Praktik sesuai dengan soal dan paduan belajar
·         Tertib saat praktik

IV. Gambar dan Langkah Kerja
1. Siapkan seperangkat  Access Point, pastikan semua alat sudah lengkap.
2. Hubungkan AP ke Poe dengan kabel jaringan straigth, lalu hubungkan poe dengan kable power     dan  kabel jaringan straight untuk jaringan LAN.
3. Resert AP dengan menekan tombol reset kurang lebih selama 10 detik.
4. Selanjutnya hubungkan kable jaringan untuk  lan tadi ke PC dan setting IP PC agar dapat terkoneksi ke  AP dengan IP default AP yaitu 192.168.1.254.
5. Cek koneksi dari PC ke AP dengan ping di cmd.
6. Jika sudah terhubung buka browser di PC dan masukan alamat IP AP.
7. Lakukan login dengan memasukan username  admin dan passwordnya admin (default).


8. Inilah tampilan awal ketika sudah masuk atau berhasil login.


9. Klick Quick Setup untuk memulai konfigurasi, kemudian klick next.



10. Pilih mode AP kemudian next.




11. Isikan data konfigurasi seperti pada gambar (Region, SSID, Channel, Power, dan Mode ) lalu klick next.



12. klick Finish.

13. Masuk ke bagian menu Network dan isikan IP sesuai keinginan dan save.

14. Setelah itu masuk ke menu Wireless dan pilih Security Settings centang WPA-PSK/WPA2-PSK, dan masukan password untuk keamanan Wifi kemudian save.


15. Pindah lagi kemenu System Tools dan pilih Password. Isikan data username dan password lama kemudian masukan username dan password baru lalu save.


16. Masuk ke menu DHCP pilih DHCP settings, centang enable di DHCP Server dan masukan IP untuk digunakan di Client.



17. Konfigurasi AP sudah selesai. Untuk membuktiakan ping di cmd dan lakukan login ulang denga IP, username, dan password baru. 


18. Sekarang hubungkan AP dengan Antena Omni yang sudah di buat dengan kable Coaxial/Pigtail.
19. Posisikan Anetana dan AP di tempat yang strategis agar dapat menjangkau wilayah yang luas.
20. Untuk pengecekan hubungkan PC ke Wifi dan ping IP server dari jarak yang jauh.
21. Lakukan browsing untuk mencoba  access internet.




22. Untuk mengetahui jangkaun Siganal dari antena gunakan aplikasi Wifi Analyzer di Android. Coba  berjalan menjauh dari antena dan lihat kekuatan signalnya. 



V. Kesimpulan
 
 Setelah melalui tahapan perancangan, simulasi dan pengujian, dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu :

– Antena Helix menghasilkan frekuensi sekitar 2,4 GHz yang dapat digunakan untuk misalnya packet radio kecepatan tinggi (S5-PSK, 1,288 Mbit / s), 2,4 GHz wavelans, dan, satelit amatir (AO40). 
– Antena Helix beroperasi pada kisaran GHz
– Antena helix dapat digunakan untuk menggantikan antenna omni-directional sebagai transmitter sinyal Wi-Fi pada internet.

VI. Referensi
·  https://teknikelektronikansp.wordpress.com/2014/01/03/antena-helix-2/